Apa yang akan terjadi selanjutnya bagi dolar Australia?
Saat ini, AUD/USD berusaha stabil di sekitar 0.7090 setelah rebound kuat pada hari Kamis. Namun, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa fase konsolidasi yang didominasi oleh Aussie telah berakhir. Pembeli kesulitan mempertahankan momentum, dengan volume kenaikan yang tetap lemah—faktor penting yang perlu dipantau secara ketat. Selain itu, risiko penurunan tetap ada di tengah ketegangan geopolitik yang berlanjut. Oleh karena itu, rebound baru-baru ini tampaknya bersifat korektif daripada awal tren naik baru. Penembusan yang tegas di atas zona resistensi 0,7200 diperlukan untuk menandakan pergeseran dari pola konsolidasi saat ini.
Proyeksi teknis AUD/USD: Momentum kenaikan tetap terbatas
Pasangan mata uang ini telah berkonsolidasi secara lateral selama beberapa jam perdagangan terakhir setelah lonjakan baru-baru ini. Meskipun terjadi rebound, ada risiko bahwa AUD/USD dapat kembali menguji level support 0.7000 jika para pembeli gagal memperpanjang kenaikan. Penting untuk dicatat bahwa posisi jual agresif sebaiknya hanya dipertimbangkan di bawah 0.7000, yang merupakan area kunci yang kemungkinan besar akan menarik minat pasar yang signifikan.

—Peringatan! Materi ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi. Data kinerja masa lalu tidak menjamin keuntungan di masa depan. Berinvestasi dalam mata uang asing dapat memengaruhi imbal hasil Anda karena fluktuasinya. Setiap transaksi sekuritas dapat menghasilkan keuntungan maupun kerugian. Asumsi dan ekspektasi yang tercantum dalam materi ini hanyalah perkiraan yang mungkin tidak akurat dan dapat berubah sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini. Pernyataan ini tidak menjamin kinerja di masa depan.
Harga emas turun di bawah $4.100 seiring kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran akan inflasi. Pertanyaan mendesak terkait pasar emas batangan adalah apakah tekanan-tekanan tersebut akan membuat suku bunga AS tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Baca Selengkapnya →Inflasi di Inggris melampaui perkiraan dan mencapai level tertinggi sejak Oktober 2025, dengan kenaikan harga bahan bakar sebagai pendorong utamanya. Pertanyaan yang langsung muncul adalah apakah data harga secara keseluruhan akan memperkuat ekspektasi bahwa Bank of England akan terus menerapkan kebijakan pengetatan moneter.
Baca Selengkapnya →