Masuknya SpaceX ke dalam indeks Nasdaq-100 dalam waktu dekat berpotensi memicu permintaan baru terhadap sahamnya. Namun, momentum secara keseluruhan masih menunjukkan tren bearish, dengan harga sahamnya mengalami koreksi tajam dari level tertinggi pasca-IPO.
Penurunan Drastis Saham SpaceX: Gambaran Umum
Sejak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, saham SpaceX (NASDAQ: SPCX) telah turun lebih dari 30%. Penurunan tersebut semakin cepat pekan lalu di tengah berita bahwa SpaceX sedang mempersiapkan penerbitan obligasi pertamanya, dengan target mengumpulkan setidaknya $20 miliar. Perusahaan tersebut menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah pada 12 Juni 2026, mengumpulkan $75 miliar melalui penjualan 555,5 juta saham dengan harga $135 per saham.
Setelah IPO, $SPCX melonjak ke level tertinggi $225 sebelum mengalami penurunan signifikan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kesepakatan de-eskalasi antara AS dan Iran serta meningkatnya kekhawatiran pasar mengenai potensi kembalinya kenaikan suku bunga pada tahun 2026. Para investor telah mengurangi eksposur mereka terhadap saham-saham pertumbuhan berisiko tinggi, bertepatan dengan pengumuman SpaceX mengenai penjualan obligasi dengan peringkat investasi pertamanya
.
Prospek Teknis $SPCX
Masuknya SpaceX ke dalam indeks Nasdaq-100 dalam waktu dekat berpotensi menciptakan permintaan baru terhadap sahamnya. Namun, momentum secara keseluruhan tetap bearish, dengan saham tersebut mengalami koreksi tajam dari level tertinggi pasca-IPO dan saat ini menguji zona support teknis kritis di sekitar $150. Rebound moderat dari level ini menandakan bahwa pembeli mungkin kembali masuk ke pasar. Selama harga bertahan di atas titik kontrol, kemungkinan besar akan terjadi rebound rotasional ke level yang lebih tinggi. Meskipun upaya pemulihan baru-baru ini telah meningkatkan sentimen jangka pendek, tren yang lebih luas tetap bearish hingga level resistensi kunci berhasil direbut kembali.
Peringatan! Materi ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi. Data kinerja masa lalu tidak menjamin imbal hasil di masa depan. Berinvestasi dalam mata uang asing dapat memengaruhi imbal hasil Anda akibat fluktuasi nilai tukar. Setiap transaksi sekuritas dapat menghasilkan keuntungan maupun kerugian. Asumsi dan ekspektasi yang tercantum dalam materi ini hanyalah perkiraan yang mungkin tidak akurat dan dapat berubah tergantung pada kondisi ekonomi saat ini. Pernyataan ini tidak menjamin imbal hasil di masa depan.
Bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, saat ini diperdagangkan sedikit di atas $58.000 dan berpotensi mencatatkan kerugian kuartalan berturut-turut yang tidak biasa, dengan potensi penurunan hampir 13% pada kuartal ini. Apa yang perlu diperhatikan selanjutnya?
Baca Selengkapnya →Pasangan mata uang USD/JPY telah memperpanjang kenaikannya melampaui perkiraan awal. Pasangan mata uang ini menembus level kunci 161 dan menguji level tertinggi sebelumnya di 161,90. Apakah sudah waktunya untuk koreksi yang wajar?
Baca Selengkapnya →