Saham Walmart (NASDAQ: WMT) mengalami rebound menjelang rilis laporan keuangan kuartalan perusahaan. Perusahaan dijadwalkan merilis hasil kuartal keduanya sebelum pasar dibuka pada hari Kamis. Pengumuman laporan keuangan tersebut berpotensi menyebabkan volatilitas yang signifikan baik pada saham Walmart maupun sektor ritel secara luas.
Target menaikkan proyeksi pertumbuhan penjualan bersih tahunannya menjadi sekitar 5% setelah mencatat kenaikan penjualan komparatif sebesar 3,8% pada kuartal kedua, melampaui perkiraan konsensus sebesar 2,5%. Menanggapi hasil yang lebih baik dari perkiraan ini serta prospek yang ditingkatkan, saham Target ditutup pada level tertinggi sejak Oktober 2024.
Home Depot, pengecer perbaikan rumah terbesar di dunia, juga melampaui ekspektasi Wall Street dengan mencatatkan pertumbuhan penjualan komparatif terkuatnya dalam hampir empat tahun. Sementara itu, pesaingnya, Lowe’s, melaporkan laba kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan, meskipun pendapatannya dan panduan kinerja sepanjang tahun tidak mencapai proyeksi para analis.
Perhatian beralih ke Walmart
Perhatian kini beralih ke Walmart, peritel terbesar di Amerika Serikat, yang dijadwalkan merilis hasil kuartal keduanya sebelum pasar dibuka pada hari Kamis. Analis memperkirakan laba sebesar $0,74 per saham dengan pendapatan sekitar $187 miliar.
Hasil Walmart diharapkan memberikan wawasan berharga mengenai kondisi konsumen AS. Mengingat basis pelanggan Walmart yang luas dan jangkauan produknya yang beragam, para investor memandang perusahaan ini sebagai barometer utama pengeluaran rumah tangga. Akibatnya, pengumuman laba tersebut berpotensi memicu volatilitas yang signifikan baik pada saham Walmart maupun sektor ritel secara luas.
Investor sebaiknya memantau dengan cermat beberapa indikator kunci:
Penjualan komparatif AS, tidak termasuk bahan bakar
Lalu lintas toko dan pertumbuhan transaksi
Kinerja e-commerce dan iklan
Tren harga dan dampak inflasi
Tingkat persediaan dan margin kotor
Panduan kinerja tahunan dari manajemen
Analisis Teknis Walmart (WMT) Analisis Teknis
Saham Walmart (NASDAQ: WMT) pulih menjelang laporan laba kuartalan perusahaan, dan ditutup sedikit lebih rendah di sekitar $114 pada hari Rabu. Saham tersebut berhasil menembus di atas SMA 50 hari, sementara Indeks Kekuatan Relatif (RSI) terus naik. Momentum teknis ini menunjukkan bahwa saham tersebut kemungkinan akan melanjutkan tren naiknya, dengan pihak bull menargetkan level resistensi kunci di $120 dan selanjutnya $123. Sebaliknya, penurunan di bawah level support di $106 akan membatalkan prospek bullish ini.
Peringatan! Materi ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi. Data kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Berinvestasi dalam mata uang asing dapat memengaruhi hasil investasi Anda karena fluktuasi nilai tukar. Setiap transaksi sekuritas dapat menghasilkan keuntungan maupun kerugian. Asumsi dan ekspektasi yang tercantum dalam materi ini hanyalah perkiraan yang mungkin tidak akurat dan dapat berubah tergantung pada kondisi ekonomi saat ini. Pernyataan ini tidak menjamin imbal hasil di masa depan.
Semua mata akan tertuju pada rilis notulen rapat Juli oleh Federal Reserve. Para investor diperkirakan akan menelaah dokumen tersebut secara cermat untuk mendapatkan wawasan mengenai bagaimana para pejabat menilai risiko inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan dampak dari kenaikan harga energi.
Baca Selengkapnya →Harga Bitcoin naik ke level tertinggi mingguan baru di sekitar $64.500 pada hari Senin sebelum melepaskan sebagian kenaikannya. Sinyal teknis masih membuka peluang untuk kenaikan lebih lanjut jika pihak pembeli tetap menguasai pasar, namun risalah rapat The Fed berpotensi menentukan arah pasar dalam waktu dekat.
Baca Selengkapnya →