Berita

Minyak mentah mengawali bulan baru dengan momentum yang kuat

Ketegangan geopolitik terus memengaruhi harga minyak. Sesi perdagangan pembuka bulan Oktober menunjukkan betapa cepatnya dinamika pasar dapat berubah di tengah kekhawatiran terkait persediaan, pengumuman kebijakan, dan ketidakpastian geopolitik.

Syam KP

Lead Analyst

Oct 02, 2026
3 menit baca minimum
Bagikan:
Pada hari perdagangan pertama bulan Oktober dan kuartal keempat, harga minyak mentah kembali menguat, membalikkan penurunan sebelumnya di tengah laporan mengenai pembatasan ekspor bahan bakar oleh Tiongkok yang kembali memicu kekhawatiran atas pasokan energi global. Minyak mentah Brent naik 4,37% menjadi $102,31 pada hari Kamis, sementara WTI naik 2,71% menjadi $92,87. Diplomasi AS–Iran tetap menjadi sumber ketidakpastian yang penting, namun rebound yang terjadi saat ini terkait dengan perkembangan di pasar bahan bakar olahan.

Diplomasi AS-Iran Masih Belum Menemui Jalan Keluar

Ketegangan geopolitik terus memengaruhi harga minyak, dengan negosiasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran mengenai Selat Hormuz yang masih belum membuahkan hasil. Ketegangan ini semakin memuncak setelah pengerahan kelompok serang kapal induk AS yang ketiga ke Timur Tengah, ditambah dengan peringatan Presiden Donald Trump mengenai potensi serangan baru terhadap Iran. Pentingnya rute pelayaran tersebut secara strategis membuat premi risiko pasar tetap tinggi.

Iran menyatakan bahwa pihaknya telah menerima tanggapan AS terkait upaya untuk menghidupkan kembali gencatan senjata di Teluk yang terhenti. Namun, sinyal yang bertentangan dari kedua belah pihak membuat prospek tercapainya kesepakatan tetap tidak pasti. Perkembangan ini terjadi setelah Presiden Trump menolak usulan sebelumnya yang akan membuka kembali Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Bagi para pedagang minyak, pertanyaan analitis utama adalah apakah negosiasi tersebut akan menghasilkan perubahan praktis dalam akses pengiriman dan keandalan ekspor. Kesepakatan yang berkelanjutan dapat mengurangi kompensasi yang diminta pembeli atas risiko gangguan. Eskalasi baru dapat memiliki efek sebaliknya. Tidak ada skenario yang pasti hanya karena pertukaran pesan sedang berlangsung.

Laporan Pembatasan Ekspor Tiongkok Memberikan Dukungan Tambahan

Laporan larangan Tiongkok terhadap ekspor bahan bakar tertentu pada bulan Oktober memberikan dorongan tambahan bagi harga minyak pada pagi hari. Pembatasan ekspor bahan bakar dapat memperketat ketersediaan produk di luar Tiongkok, menambah kekhawatiran pasokan yang sudah meningkat akibat perkembangan di Teluk.

Sejauh mana dukungan tersebut akan bergantung pada cakupan dan durasi pembatasan yang dilaporkan.

Penambahan Stok AS Menjadi Penyeimbang

Stok minyak mentah AS meningkat sebesar 922.000 barel pekan lalu, menurut data yang dirilis oleh Badan Informasi Energi (EIA) pada hari Rabu.

Peningkatan persediaan tersebut menjadi faktor penyeimbang yang bearish di tengah latar belakang geopolitik. Namun demikian, kenaikan harga selama sesi perdagangan menunjukkan bahwa para pedagang lebih menekankan pada potensi gangguan pasokan dan ketidakpastian diplomatik.

Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Pergerakan Pasar Berikutnya

Uji coba utama untuk mempertahankan reli baru-baru ini adalah apakah pembatasan ekspor bahan bakar yang dilaporkan akan berlanjut dan mengakibatkan pasar fisik yang lebih ketat. Para pedagang juga akan mencari bukti konkret bahwa inisiatif diplomatik menghasilkan perbaikan nyata dalam kondisi pengiriman, alih-alih hanya mengandalkan retorika politik.

Rilis data persediaan tambahan akan sangat penting untuk membedakan antara fluktuasi sementara yang terkait dengan kilang dan pergeseran berkelanjutan dalam dinamika pasokan dan permintaan. Penurunan berkelanjutan pada stok bahan bakar perlu dipantau secara ketat, meskipun persediaan minyak mentah meningkat. Sebaliknya, pemulihan persediaan produk dapat melemahkan argumen bahwa kelangkaan bahan bakar akan terus menopang harga minyak.

Sesi perdagangan pembuka bulan Oktober menyoroti betapa cepatnya dinamika pasar dapat berubah di tengah kekhawatiran persediaan, pengumuman kebijakan, dan ketidakpastian geopolitik. Meskipun rebound harga terlihat jelas pada saat laporan ini ditulis, keberlanjutannya akan bergantung pada perkembangan rantai pasokan fisik dan negosiasi diplomatik.

Peringatan! Materi ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi. Data kinerja masa lalu tidak menjamin imbal hasil di masa depan. Berinvestasi dalam mata uang asing dapat memengaruhi imbal hasil Anda akibat fluktuasi nilai tukar. Setiap transaksi sekuritas dapat menghasilkan keuntungan maupun kerugian. Asumsi dan ekspektasi yang tercantum dalam materi ini hanyalah perkiraan yang mungkin tidak akurat dan dapat berubah tergantung pada kondisi ekonomi saat ini. Pernyataan-pernyataan ini tidak menjamin imbal hasil di masa depan.

Syam KP

Meet Syam KP, a financial markets professional with more than fourteen years of experience in forex, CFDs and capital markets. Since 2012, he has worked with several brokerage firms as a trader and market strategist, developing a practical understanding of how markets move. He also holds a qualification from CISI in the United Kingdom.


At FX Junction, Syam turns complex market information into clear and useful insights. His work combines technical and fundamental analysis, portfolio management, risk management and timely commentary on global developments. Whether markets are calm or moving fast, Syam focuses on what matters most: understanding the bigger picture, spotting meaningful opportunities and keeping risk firmly in view.